Postingan

Menampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN

HP itu candu

Stephen King pernah menulis sebuah novel dengan judul Call, dalam novel horor itu King mengisahkan tentang wabah mengerikan yang menyebar dengan cepatnya melalui ponsel alias HP, orang-orang yang lagi asik menelfon tiba-tiba hilang kesadaran dan menyerang dengan brutal orang lain yang berada disekitarnya, kemudian orang yang menjadi korban serangan itu juga menjadi brutal dan hilang kesadaran, adegan selanjutnya adalah dalam jangka waktu yang tidak lama seluruh kota sudah dikuasai oleh zombie, mayat hidup yang berjalan namun tanpa kesadaran.   Oke, apa yang ditulis oleh Stephen King itu hanyalah sebuah cerita fiksi, namun sebenarnya ada hal lain yang ingin disampaikan oleh sang penulis selain sebuah cerita, seperti kalau kita baca dalam artikel-artikel kesehatan ada bahaya yang mengancam dari penggunaan HP yang berlebihan, bahaya itu dari mulai dapat menimbulkan stress, sakit telinga sampai dapat memicu kanker otak dan hal-hal menakutkan lainnya yang diakibatkan oleh radia...

Ingatkah engkau

Ingatkah engkau siapa yang mengajarimu mengeja kata-kata, mengenali angka-angka, merangkai huruf-huruf, mengajakmu membaca ketika engkau berbicara saja masih terbata-bata, menuntun tangan mungilmu untuk menuliskan kata-kata sederhana atau menggambar gambar-gambar yang engkau suka. Ingatkah engkau siapa mereka ? Ingatkah engkau siapa yang menggandeng tanganmu untuk masuk kelas pertama kalinya sementara engkau masih malu-malu dan berpegang erat pada tangan ibumu, menghiburmu ketika engkau menangis dikelas karena bertengkar dengan temanmu, membersihkanmu ketika engkau kebelet pipis disekolah. Ingatkah engkau siapa mereka ? Ingatkah engkau siapa yang mengajarimu membaca Al Qur’an, menunjukkanmu cara berwudlu, memperagakan gerakan-gerakan shalat, mengajakmu berpuasa namun juga memaklumi ketika pada siang hari engkau tak sanggup menyelesaikan puasamu. Ingatkah engkau siapa mereka ? Ingatkah engkau siapa yang mengajakmu untuk bermimpi setinggi langit, memberimu mo...

Wajah sekolah dalam sinetron

Didalam sinetron yang namanya sekolah itu bukan tempat untuk belajar, namun sekolah adalah ajang untuk rebutan pacar, perselisihan yang tidak jelas antar teman, membuat gank, terus juga untuk pamer kekayaan. Di sekolah-sekolah itu tidak ada yang namanya peraturan, tidak ada guru, tidak ada proses pendidikan, yang ada hanya konflik dan pertarungan tanpa wasit. Didalam sinetron, kelemahan bukan untuk dibela namun untuk dilecehkan, kekurangan bukan untuk dimaklumi sebagai sesuatu yang manusiawi namun untuk ditertawakan sebagai cacat, kekayaan bukan hasil kerja keras namun karena dia memang kaya, persahabatan dijalin bukan atas dasar perasaan dan hati namun berdasar kelas social, dan objek dari ajaran-ajaran itu semua adalah remaja-remaja berseragam sekolah.  Saya bukannya orang yang terlalu membenci sinetron ataupun film yang berlatar sekolah, meski sepanjang yang saya lihat (ini penilaian subjektif saya) hanya sedikit sekali sinetron yang bisa dikategorikan bagus, dan le...

Sejarah Palsu

Sudah jauh-jauh hari Ibnu Khaldun dalam bukunya Al Muqoddimah mengingatkan untuk membaca secara kritis sejarah, sebab sejarah yang telah tertulis seringkali disusupi kepentingan penguasa, lalu sejarah yang telah disusupi kepentingan itu diajarkan dari generasi kegenerasi tanpa diteliti kebenarannya, sehingga yang tersebar bukannya kebenaran namun kebohongan.   Pada tahun 1965 Cindy Adams seorang wartawan Amerika menerbitkan Biografi Bung Karno Sukarno An Autobiography As Told To Cindy Adams , edisi asli dari buku itu berbahasa Inggris, baru pada tahun 1966 terbit edisi terjemah berbahasa Indonesia Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia . Biografi itu satu-satunya buku Bung Karno yang diijinkan beredar pada masa Orde Baru dan beberapa kali mengalami cetak ulang. Biografi terjemahan yang telah beredar selama puluhan tahun itu dianggap merupakan terjemahan otentik dari tulisan Cindy Adams dan menjadi acuan setiap orang yang ingin mengetahui sejarah hidup Sukarno....

Belajar

Pernahkah kita renungkan kawan, mengapa ayat yang pertama kali turun adalah “Iqro”, saya bukan ahli tafsir atau orang yang menguasai ulumul qur’an maka saya sama sekali tidak punya kapasitas untuk membahasnya dari sudut pandang tafsir maupun ulumul qur’an, namun saya sering memikirkan mungkin itu cara Tuhan untuk mengajak kita agar terus belajar, bacalah, belajarlah. Belajar adalah sebuah proses, kawan, hidup ini juga sebuah proses, manusia tidak hanya bertumbuh secara fisik namun juga berkembang secara psikis, pertumbuhan kita mungkin akan berhenti ketika kita telah melewati masa kanak-kanak dan remaja, namun perkembangan psikis kita, pikiran kita, juga hati kita, tidak akan pernah berhenti atau jangan sampai pernah berhenti, karena jika perkembangan kita berhenti maka proses kemanusiaan kitapun berhenti, kita tidak akan ada lagi bedanya dengan hewan dan tumbuhan.  Maka Tuhan menfirmankan “Iqro’”, bacalah, membaca adalah sebuah proses belajar, proses yang terus menerus s...

Sekolah Baru, Seragam Baru

Melihat anak-anak yang akan memasuki sekolah baru saya jadi ingat kejadian bertahun-tahun yang lalu, saat saya berada diposisi mereka, anak umur belasan tahun yang entah mengapa merasa harus melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, kalau naik kelas saja rasanya menyenangkan apalagi saat naik dari MI ke MTs (kebetulan dari SD sampai SMA saya sekolah dimadrasah) rasanya bukan hanya menyenangkan tapi sangat menyenangkan. Pagi itu bertahun-tahun yang lalu, saya dan teman-teman yang dekat rumah berangkat bersama kesekolah, kebetulan kami sama-sama baru lulus MI dan akan ke MTs, pagi itu rasanya sungguh istimewa pertama kalinya saya memakai celana biru tua baru ke sekolah, meski memakai baju baru dan juga sepatu baru namun yang berkali-kali kupandangi sepanjang perjalanan itu adalah celana biru tua seragam MTs, memakai celana biru tua seperti ada perasaan “aku udah gede”, lebih hebat dari anak-anak yang masih memakai celana merah hati, dan perasaan seperti itu sungguh sangat me...

Sejarah Sekolah

Gambar
Dalam sejarahnya pada zaman dulu orang-orang yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dan anak-anak mereka dengan mengunjungi seorang cerdik pandai untuk mempelajari sesuatu hal yang mereka butuh ketahui, mereka menyebut kegiatan tersebut dengan skhole, scola, scolae atau schola yang punya arti sama yaitu waktu luang yang digunakan secara khusus untuk belajar . Kata-kata itulah yang kemudian diadopsi kedalam bahasa inggris School dan lalu juga diadopsi kedalam bahasa Indonesia Sekolah. Sekolah berkembang begitu jauh dari asalnya yang hanya sekedar untuk mengisi waktu luang menjadi kegiatan rutin yang wajib. Adalah Jhon Amus Comenius yang pertama kali melontarkan gagasan pelembagaan sekolah secara sistematis dan metodis. Yang kemudian ide ini dilanjutkan oleh Johann Heinrich Pestalozzi pada abad 18, dengan gagasan yang lebih terinci yaitu mengatur pengelompokan anak didik secara berjenjang, termasuk penjenjangan pelajaran, upaya ini kemudian dikenal dengan Sistem Klasikal Pestal...