Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

Yang terlupakan

Saya tak menyangka ternyata sudah sangat lama sekali saya tidak membuka blog ini, tanggal terakhir saya posting 16 Juli 2016 yang artinya lebih dari satu tahun yang lalu, tahun 2017 ini keinginan untuk menulis masih ada namun banyak hal yang menyita waktu dan perhatian saya sehingga menulis blog menjadi terabaikan. Padahal ada banyak hal yang harusnya dapat saya tulis, namun lagi-lagi keengganan yang sebenarnya adalah jenis lain kemalasan membuat kesibukan saya selama ini seakan-akan benar-benar menjadikan seperti tidak ada waktu untuk menulis. Namun ketika membuka blog ini lagi, mengingatkan saya bahwa waktu berjalan sedemikian cepat tapi lembut sehingga tanpa terasa ratusan hari telah terlalui tanpa bisa kita ulangi lagi, yang saya takutkan jangan-jangan bukan hanya postingan diblog yang tidak terasa telah setahun lebih saya tinggalkan, jangan-jangan ada banyak hal-hal lebih penting yang saya tinggalkan selama setahun ini.  

Kenangan yang tergenang

Sejak usia anak-anak dulu sampai sekarang sudah punya anak, saya selalu merasa bahwa separuh jiwa raga saya adalah orang Pabean, meski saya lahir dan besar di Simbangkulon namun sebagian kenangan indah masa kecil saya tercipta di Pabean. Dulu Pabean adalah sebuah desa yang indah, jika kita ingin memasuki desa ini maka hamparan sawah yang luas akan menyambut kita, apalagi kalau pas masa panen keindahannya akan bertambah dengan padi-padi yang menguning, kemudian yang juga khas dari desa ini waktu saya   kecil dulu adalah aroma terasi yang begitu menyengat dibeberapa tempat, kebun-kebun yang lebat juga masih banyak dengan beraneka macam pepohonan yang berbuah segar. Tapi itu dulu. Sekarang desa yang indah ini sudah tergenang rob, air laut yang tiba-tiba naik kedaratan lalu menggenangi sawah, kebun, bahkan rumah-rumah dan jalanan. Kita tidak akan bisa lagi melihat hamparan sawah didesa ini, pohon buah jambu air yang dulu banyak juga perlahan-lahan mati, pengrajin ter...

Malas

Saya tahu malas itu berbahaya mungkin melebihi bahaya merokok, tapi karena tidak banyak peringatan tentang bahaya malas itu jadi saya masih tetap menjadi pemalas aktif, dan bukan cuma aktif tapi juga kreatif, karena seperti kebanyakan pemalas lain saya selalu punya alasan untuk menunda pekerjaan bahkan untuk tidak melakukannya karena menganggap hal itu tidak penting, nah yang punya alasan menunda atau bahkan tidak melakukan pekerjaan yang semestinya dikerjakan hanyalah para pemalas aktif nan kreatif, hebatkan. Kadang saya punya pekerjaan yang menumpuk dengan deadline mepet, meski dengan susah payah dan hasil apa adanya saya berhasil menyelesaikan pekerjaan itu, namun jika saja deadlinenya tidak mepet maka kemungkinan besar saya akan menunda menyelesaikan pekerjaan itu padahal jika dikerjakan dengan waktu yang cukup longgar pekerjaan itu bisa selesai dengan hasil yang lebih baik. Terus terang sampai sekarang saya belum bisa merubah kebiasaan buruk ini, ketika orang lain jog...

Error bertubi-tubi

beberapa hari belakangan ini komputer kantor sangat nyebelin, bagaimana tidak, komputer itu yang bagi saya ibarat cangkul buat para petani, ibarat jala para nelayan, atau ibarat pencitraan para politisi (Upss yang terakhir ngarang ding), intinya melalui komputer itulah saya mengerjakan banyak pekerjaan dan dari situlah saya dapat gajian, nah cangkul atau jala saya itu error secara bergantian dari satu hardware ke hardware lain, dari satu software ke software lain, pusing. Pertama, waktu itu saya sedang ngetik, tik tik tik, tiba-tiba tampilan layar monitor tanpa diminta berubah mirip motif kaos seragam timnas Argentina, lurik lurik putih biru, pikir saya waktu itu cuma ada sedikit masalah kecil yang bisa diselesaikan secara praktis dan ekonomis dengan memencet tombol restart, maka dengan pedenya saya pencet saja tombol kecil diatas tombol power CPU itu, dan motif seragam Argentina itupun hilang, berganti warna hitam pekat, dan komputer tersayangpun tanpa alasan yang jelas tidak m...

Muhasabah Tahun Baru

Hari berganti tahun berjalan, 2013 telah berlalu, jejak-jejak yang bisa tersapu angin atau bisa juga diabadikan menjadi kenangan yang selalu terkenang.  Peribahasa lama mengatakan waktu adalah pedang dan aku merasa tidak begitu pandai memainkan pedang, berbagai kesempatan kulewatkan, banyak waktu luang terbuang, kata “nanti” menjadi candu yang memabukkan untuk terus menunda-nunda pekerjaan, seluruh tubuhku penuh luka, terluka oleh pedang waktu yang tak pandai kumainkan. Harusnya banyak hal yang bisa kuraih ditahun 2013 andai saja mau sedikit berkeringat, mau mengkerutkan kening untuk berpikir lebih keras, juga mau berjalan lebih jauh. Tapi tak   ada yang perlu disesali, merubah keadaan tak bisa hanya dengan penyesalan, harus dengan perbuatan. Kini saatnya menatap masa depan, 2014 adalah lembaran baru, harus ada kisah-kisah baru yang lebih segar, harus bisa merancang kembali cita-cita lama yang tertunda, tangga hidup harus lebih tinggi dinaiki. SEMANGAT ! ...

Akhir Tahun

Tutup buku lama dengan Alhamdulillah Buka buku baru dengan Bismillah

Maaf

Maaf karena aku hanya bisa menjumpaimu lewat kata, mestinya kita bisa bertatap muka barang sejenak membuang sedikit keangkuhan dan saling mengucap maaf lewat lisan bukan lewat tulisan. Maaf karena aku hanya bisa mengucapkan maaf lewat tulisan bukan lewat lisan, menjadikan sesuatu yang harusnya personal dan bahkan sakral menjadi terkesan urakan bahkan asal-asalan, entah apakah ini dapat disebut sebagai silaturahim, kalaupun mungkin anggap saja ini silaturahim namun aku kok sepertinya merasa ada yang kurang, aku tak bisa melihat senyummu. Maaf karena aku tak bisa menjumpai kalian satu persatu, bukan karena aku sibuk, namun ini karena dominasi ego “bukankah harusnya kalian yang datang ketempatku !” begitulah teriakan egoku dengan angkuh, dalam hari yang fitri inipun ternyata aku belum mampu menyingkirkan keakuanku. Maaf karena aku tak pernah mengucapkan maaf pada hari-hari biasa, pada hari-hari dimana caci maki dan iri hati menjadi seperti tradisi yang tak disadari,...