Postingan

Menampilkan postingan dengan label KEBERAGAMAAN

Harapan

Konon ada yang berkata, bahwa satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan manusia dari tragedi demi tragedi adalah HARAPAN, dengan harapan itu manusia yang ditimpa musibah tidak akan berfikir untuk bunuh diri atau mencoba untuk minum minuman keras satu drum, dengan harapan pula fisik manusia yang ringkih akan tetap sehat dan pikirannya yang lemah akan tetap waras. Dalam mitologi Yunani diceritakan, ketika Epimethius (seorang Titan atau semacam Dewa) menikah dengan Pandora (manusia biasa) Zeus (Dewa terbesar) kemudian menghadiahkan sebuah kotak yang sangat indah kepada Pandora, namun Prometheus (saudara Epimethius) memperingatkan kepada Pandora agar tidak membuka kotak itu. Suatu hari dipancing rasa penasaran yang besar akhirnya Pandora membuka kotak hadiah dari Zeus itu, lalu begitu kotak itu terbuka aroma teror langsung menyeruak memenuhi udara, sesuatu yang terdengar mengerikan keluar dengan cepat dari kotak itu, ketika Pandora menutup kembali kotak itu segalanya sudah terlamba...

Pengorbanan

Ibrahim untuk kesekian kalinya mengunjungi putra tercintanya Ismail, sudah lewat bertahun-tahun yang lalu semenjak Ismail beserta ibunya Hajar ditinggalkan ditengah gurun pasir yang kemudian berubah menjadi perkampungan, Ismail kini sudah mulai tumbuh beranjak menjadi pemuda yang gagah. Kedatangan Ibrahim kali ini sebenarnya karena sebuah mimpi, mimpi yang membuatnya gelisah, karena dia tahu bahwa itu adalah mimpi yang benar, namun juga cobaan yang teramat berat, sebagai serang ayah tentu dia tidak ingin menyakiti putranya, namun sebagai seorang Nabi dia sangat yakin bahwa mimpi yang diterimanya itu merupakan perintah Allah yang harus dia jalankan, maka diapun berkata kepada Ismail. “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu” (QS. Ash Shaaffat: 102) Kemudian Ismail menjawab dengan penuh ketenangan dan kesabaran “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku term...

Maaf

Maaf karena aku hanya bisa menjumpaimu lewat kata, mestinya kita bisa bertatap muka barang sejenak membuang sedikit keangkuhan dan saling mengucap maaf lewat lisan bukan lewat tulisan. Maaf karena aku hanya bisa mengucapkan maaf lewat tulisan bukan lewat lisan, menjadikan sesuatu yang harusnya personal dan bahkan sakral menjadi terkesan urakan bahkan asal-asalan, entah apakah ini dapat disebut sebagai silaturahim, kalaupun mungkin anggap saja ini silaturahim namun aku kok sepertinya merasa ada yang kurang, aku tak bisa melihat senyummu. Maaf karena aku tak bisa menjumpai kalian satu persatu, bukan karena aku sibuk, namun ini karena dominasi ego “bukankah harusnya kalian yang datang ketempatku !” begitulah teriakan egoku dengan angkuh, dalam hari yang fitri inipun ternyata aku belum mampu menyingkirkan keakuanku. Maaf karena aku tak pernah mengucapkan maaf pada hari-hari biasa, pada hari-hari dimana caci maki dan iri hati menjadi seperti tradisi yang tak disadari,...

Ramadhan dinegeriku

Alangkah indah Ramadhan dineg e riku, perempuan-perempuan berlomba-lomba menutup aurat mereka dengan jilbab-jilbab panjang menjuntai, para pria melapas blue jeans lalu memakai sarung dan peci, dengan senyum ceria mereka bersama-sama pergi kemasjid. Dalam hati aku berharap semoga keindahan ini tidak hanya dibulan Ramadhan. Alangkah damainya Ramadhan dineg e riku, masing-masing kelompok memulai juga mengakhiri bulan Ramadhan sesuai keyakinan mereka masing-masing, pemerintah memang mengumumkan secara resmi awal dan akhir bulan Ramadhan namun mereka tidak pernah memaksa seluruh rakyatnya untuk sama seperti pemerintah. Dalam hati aku juga berharap agar kelompok minoritas seperti Syi’ah dan Ahmadiyah juga mendapatkan kedamaian dinegeri ini. Alangkah khusyuknya Ramadhan dineg e riku, warung-warung makan tutup disiang hari, tempat-tempat hiburan tutup selama sebulan penuh, para wanita penghibur libur. Dalam hati aku berharap agar tutup dan liburnya mereka bukan karena dipaksa....

Ketika yang dicinta dihina (2)

Muncul dan beredarnya film Innocent of Muslims, menurut saya adalah bukti kalau cara pandang masyarakat barat secara umum terhadap Islam masih dipenuhi dengan prasangka-prasangka subjektif yang tidak berdasar sama sekali, film ini menambah daftar panjang karya-karya baik berupa film, novel atau kartun yang memandang Islam secara negatif, sekaligus mengukuhkan (setidaknya menurut saya) bahwa liberalisme yang mereka anut adalah liberalisme yang kekanak-kanakan. Jefry lang menyebutkan sebuah artikel hasil riset yang tebit sebelum 2001, bahwa lebih dari sembilan puluh persen gambaran tentang Islam dalam novel-novel dan film-film berbahasa inggris yang dipublikasikan selama abad dua puluh ternyata bersifat negatif, dan dia juga menduga gambaran yang sama juga terjadi ditelevisi, kartun, komik serta video game. Cara pandang negatif itu sebenarnya tidak datang begitu saja, namun ada rentetan sejarah panjang dari mulai perang salib hingga abad modern yang dibangun secara massif ...

Ketika yang dicinta dihina (1)

Apa yang akan kita lakukan seandainya seseorang yang begitu kita cintai dihina dan dinista oleh orang lain, apakah akan diam saja? Sebagai reaksi manusiawi, biasanya kita akan marah lalu menumpahkan kemarahan kita dengan menyerang balik orang yang menghina itu, baik dengan kata-kata maupun dengan tindakan, apalagi jika orang yang kita cintai itu bukan sekedar kita cintai namun juga kita muliakan. Dan itulah yang terjadi diberbagai negara muslim beberapa hari terakhir, di Mesir ratusan atau ribuan orang melakukan protes dijalanan Kairo hingga terjadi bentrok dengan aparat keamanan, di Libya lebih parah lagi sekelompok orang menyerbu kedutaan besar Amerika dinegara itu tanpa bisa dihalangi oleh pihak kepolisian, tidak hanya itu massa juga menewaskan duta besar Amerika untuk Libya dan tiga orang stafnya. Dipakistan pengunjuk rasa membakar gedung bioskop dan membakar beberapa bangunan lain, dikabarkan juga ada korban tewas dan luka-luka dalam aksi di Pakistan ini, sampai...