Aku akan mendengarkanmu menyanyi hingga seluruh udara taman dipenuhi oleh nyanyianmu yang menggema menuntun tarian kupu-kupu, aku akan mendengarkanmu menyanyi hingga burung-burung jengkel sebab kicauanya kalah merdu dengan suaramu, sebab suaramu adalah suara kegembiraan alam, canda lepas bocah-bocah. Aku akan mendengarkan semua ceritamu, tentang masa kecilmu yang cengeng hingga tak pernah mau lepas dari tangan ibumu, aku akan mendengarkan cerita masa mudamu yang penuh senyum persahabatan dan tawa kebahagiaan juga tentang mimpi-mimpimu yang menjulang menembus langit, aku akan dengarkan semua. Aku akan mendengar keluh kesahmu, segala hal yang membuatmu bersedih seperti mendung dipagi musim penghujan ungkapkanlah padaku sebab aku akan mendengar semuanya dengan ketulusan rumput yang bergoyang, akupun akan menghapus air matamu jika keluh kesahmu mengharuskan keluarnya air mata itu, air mata bukanlah bukti kelemahan namun air mata adalah bukti ke...
Sejak usia anak-anak dulu sampai sekarang sudah punya anak, saya selalu merasa bahwa separuh jiwa raga saya adalah orang Pabean, meski saya lahir dan besar di Simbangkulon namun sebagian kenangan indah masa kecil saya tercipta di Pabean. Dulu Pabean adalah sebuah desa yang indah, jika kita ingin memasuki desa ini maka hamparan sawah yang luas akan menyambut kita, apalagi kalau pas masa panen keindahannya akan bertambah dengan padi-padi yang menguning, kemudian yang juga khas dari desa ini waktu saya kecil dulu adalah aroma terasi yang begitu menyengat dibeberapa tempat, kebun-kebun yang lebat juga masih banyak dengan beraneka macam pepohonan yang berbuah segar. Tapi itu dulu. Sekarang desa yang indah ini sudah tergenang rob, air laut yang tiba-tiba naik kedaratan lalu menggenangi sawah, kebun, bahkan rumah-rumah dan jalanan. Kita tidak akan bisa lagi melihat hamparan sawah didesa ini, pohon buah jambu air yang dulu banyak juga perlahan-lahan mati, pengrajin ter...
Kemarin tanggal 23 Oktober 2011 saya berulang tahun, seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya saya melewati hari ulang tahun dengan biasa-biasa saja tanpa pesta tanpa perayaan, mungkin karena pesta ulang tahun memang bukan bagian dari tradisi keluarga maka saya juga tidak merasa perlu untuk merayakannya, hanya saja sepertinya selalu ada yang perlu direnungkan dan difikirkan kembali setiap kali moment-moment tertentu dilewati, termasuk moment ulang tahun. Tak terasa sudah 27 tahun saya menghirup udara bumi, menginjak tanahnya, meminum airnya, merasakan hangat sinar mentarinya, menikmati segala keindahannya. Tak terasa pula banyak hal yang mestinya dapat saya raih belum teraih, kalau biasanya orang lain melakukan semacam resolusi ketika ulang tahun, maka saya bukan hanya butuh resolusi namun juga akselarasi. Beberapa teman seangkatan sudah menjadi pengusaha sukses, ada yang menjadi guru bahkan dosen, ada juga yang konsisten dengan idealismenya menjadi aktivis, ada satu dua yang menj...
Komentar
Posting Komentar